Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Hak Pasien dan Keluarga (HPK) selama dua hari, pada 28–29 Oktober 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kompetensi tenaga kesehatan dan seluruh petugas rumah sakit dalam memahami dan mengimplementasikan hak pasien dan keluarga sebagai bagian penting dari penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars RSUD, pembacaan doa, laporan Ketua Diklat, serta sambutan Direktur RSUD Sambas. Kegiatan pembukaan juga dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan sesi foto bersama.

Pada hari pertama, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang menyampaikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing. Materi Visi, Misi, dan Motto RSUD Sambas disampaikan oleh Muhardi, S.AP., M.Si., selaku Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Sambas. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai arah, tujuan, serta nilai-nilai organisasi yang menjadi pedoman seluruh petugas dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selanjutnya, materi Manajemen Triase disampaikan oleh dr. Dewi Swastikasari, Sp. An-TI, yang membahas proses pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan untuk menentukan prioritas penanganan sesuai kondisi klinis pasien, khususnya dalam pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Materi Hak Pasien dan Keluarga disampaikan oleh dr. Tutyana Sanusi, Sp. D.V.E. Pembahasan menitikberatkan pada pentingnya menghormati hak pasien, memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami, menjaga privasi serta kerahasiaan informasi medis, hingga melibatkan keluarga dalam proses pelayanan kesehatan.

Kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan materi Neuro Emergency oleh dr. Aulia Candra, Sp.N. Materi ini memberikan pemahaman mengenai penanganan kegawatdaruratan neurologis, seperti stroke, kejang, dan gangguan saraf akut lainnya yang membutuhkan identifikasi serta penanganan secara cepat dan tepat.

Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi Kegawatdaruratan Maternal yang disampaikan oleh dr. Rijal Bulqini, Sp.OG. Materi ini membahas penanganan kondisi kegawatdaruratan pada ibu selama masa kehamilan, persalinan, hingga masa nifas, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan ibu.

Penyampaian materi Visi, Misi, dan Motto RSUD Sambas kembali dilanjutkan oleh Muhardi, S.AP., M.Si., guna memperkuat pemahaman peserta terhadap identitas, arah, dan budaya kerja organisasi. Selanjutnya, materi Hak Pasien dan Keluarga kembali diperdalam oleh dr. Tutyana Sanusi, Sp. D.V.E., sebagai penguatan pemahaman mengenai penerapan hak pasien dalam setiap tahapan pelayanan.

Sebagai materi penutup, dr. Neila Azka, Sp.A. menyampaikan materi Kegawatdaruratan Perinatal, Resusitasi, dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Materi ini menekankan pentingnya penanganan awal pada bayi baru lahir, pelaksanaan tindakan resusitasi secara tepat, serta deteksi dini hipotiroid kongenital untuk mencegah dampak gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Melalui kegiatan In House Training ini, diharapkan seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pemahaman yang baik mengenai hak pasien dan keluarga, didukung dengan kemampuan petugas dalam menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan, menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen RSUD Sambas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat budaya keselamatan pasien, serta memberikan pelayanan kesehatan yang santun, inovatif, aman, dan profesional bagi masyarakat.

RSUD Sambas, SIAP! Santun, Inovasi, Aman, Profesional.